Minggu, 27 Januari 2019

papaku, guruku

shubuh ini papa sedikit tergesa-gesa, dari semalam mengatakan bahwa sudah harus tiba di sekolah (tempat kerja) jam 6 pagi,


buatku papa orang yg bertanggungjawab dengan pekerjaannya, bahkan waktu di hari minggupun dipakai untuk mengurusi tanggungjawab pekerjaan yg belum selesai.



hari ini papa pergi lebih cepat dari biasanya karna akan diadakan tryout UN-BK, sedari dulu aku sudah mengatakan tidak perlu papa lagi yg bertugas sebagai ketua/koordinator pelaksananya. Namun entah apa pertimbangan papa, tetap saja papa mengambil tugas itu, dengan alasan bahwa sedari awal pelaksanaan UN-BK di tempat sekolahnya, ialah pertama kali mendapat tugas itu, jadi agak "susah" kalau di pegang oleh yg lain, pernah papa menolaknya atau memberikan kpd yg lain, namun tidak ada yg berminat. Entahlah....aku harus percaya alasan papa atau tidak.

papa sering bercerita kepadaku ttg siswa2nya di sekolah yg "segan" kepadanya, hahah jelas!, papaku termasuk org yg  "disegani" siswa2 di sekolah, bahkan di lingkungan rumah saja banyak anak2 kecil yg takut, ketika mendengar nama papaku saja seperti mendengar ancaman yg akan datang kepadanya😂. pernah, Sesekali papa mendeham dari dalam rumah, anak2 yg tadinya main di teras rumah, kaburr terpingkal-pingkal bertaburan hingga sandalnya tinggal berserakan😆.

Cerita papa ke padaku ttg lingkungan kerjanya banyaakk.. mulai dari siswa2nya yg baru masuk sekolah, ketika kelas pertamanya papa dimulai. papa selalu menyuruh siswa2nya berdiri ke depan satu org satu melafalkan perkalian yg wajib dihafal di kepala. alhasill banyakk diantara siswa2nya yg masih kurang mengingat perkalian.. hingga itu menjadi tugas mereka yg belum bisa, untuk melakukan kembali di pertemuan berikutnya.. tentu dengan perbaikan hingga sempurna, (sempurna standar papa, cukup bisa hafal perkalian 1x1 sampai 9x10 saja), hal tersebut terus dilakukan, bahkan sampai 3x pertemuan. Hahah jelass... kata papa harus bisa, itu dasar dari matematika dan kegunaan dalam penjurusan pelajaran yg mereka ambil.

papa lumyan disiplin terhadap waktu, agak jarang papa tidak masuk kerja (ngajar di kelas) karna leha2 atau malas.. paling2pun ditinggalkan tugas kepada siswa karena ada kepentingan lain, seperti kadang papa izin untuk mengurus pajak motor atau keperluan kami yg hanya bisa kepala keluarga kerjakan, atauuu sakit kepala.
yaaa.. sakit kepala,
papa sering sakit kepala karena lambunganya berkontraksi, mungkin mengeluarkan zat asam lambung, pernah aku meledeknya.. mana mungkin papa sakit kepala karena lambungnya kumat.. orang perut papa buncit dan badan papa gemuk gitu🙂. Papa hanya diam..hehehee.. papa memang tidak bisa terlambat makan, bahkan papa makan 4x sehari atau 5x sehari dengan porsi yg standar, asalkan tepat waktu.. jika tidak, bahaya! pasti papa sendao2 dan sakit kepala dibagian belakang kian kumat.

Aku sangat senang ketika berbicara dengan papa mengenai pandangannya ttg sekolah gratis atau adanya bantuan bos.. woohh.. aku melihat papa seperti pemerhati pendidikan😄. ia tahu smua.. bahkan sampai seluk beluknyaa.. jika kalian penasaran bagaimana pandangannya, bsa sesekali di ajak ngobrol santai.. and u will know a lot of his reasons.

ooh iyaa.. semester ini papa sedikit prihatin, saat ini papa menjadi wali kelas, sebelum2nya sih juga iya😋. pada pergantian semester ada evaluasi penilaian belajar siswa.. sebut saja -bagi rapor- biar efektif. Kata papa tidak sampai setengah jumlah siswa yg orgtuanya datang mengambil rapor anaknya, lebih dari 15 orgtua/wali siswa tidak dtg untuk memgambil rapor anaknya. Kata papa padahal itu sangat penting hanya datang 6 bulan sekali melihat hasil belajar anaknya saja orangtua tidak sempat.. pernah ada seorang ibu salah satu orgtua siswa, yg ibu tersebut ambil rapot ke rumah kami, jelas di luar jam dinas sekolah. Papa tahu ibu tsb IRT dan mempunyai kendaraan.. ketika dia memberikan alasan.. sangat jleb di hati ku saat mendengarnya.. alasannya adalah.. jam 9-12 adalah jam ibu tersebut masih di dapur untuk masak kebutuhan keluarga, jadi apasalahnya ambil sekarang saja ketika saya sudah selesai masak dan urusan rumah.😡🙈.

papa saja dari kami(aku dan kakakku) sekolah dasar sampai tamat duduk di bangku SMA, papa dan mama yg harus mau ga mau menyempatkan datang ke sekeloh buat ambil rapor kami, anak-anaknya.. kenapa ?? bagi kami anak2nya ada rasa harapan besar dan senang ketika orgtua yg mengambil rapor, kalau2 di rapor kami tertulis juara 1/2/3. atau malah sebaliknya, perasaan takut karena yakin nilai sudah rendah dibanding kwan2 sekelas. tapii saat momen ambil rapor ttp menjadi hari yg ditunggu-tunggu..
padahal papa sendiri tdk bsa izin sebentr  untuk mengambil raporku, sebab papa juga menjadi wali kelas, dan ada tugas  membagikan rapor siswa2nya, sedangkan mama bekerja di puskesmas.. paling2 kalau bukan mama yg ambil rapot kami dengan izin sebentar dri t4 kerjanya, yaa papa yg mengambilnya dipenghujung waktu, atau sebagai orgtua terakhir yg mengambil rapot kami di sekolah, dimana kawan2 lain sudah memegang dengan senang rapot2 mereka ditangannya, sembari ingin cepat pulang ke rumah. sedangkan kamiii jika mama tidak bisa, tentu sudah pasrah jadi org terakhir memegang rapor, karena papa harus menyelesaikan dahulu tugasnya sebagai wali kelas termasuk evaluasi belajar siswa-nasihat ke siswa dan orgtua- pembagian rapot. Atau juga saat sekolah sudah mau di tutup, dan sepi aku pulang tampa melihat rapor ku, padahal sebelumnya dari bilik jendela luar saat pembagian rapor aku melihat rapor ku digilir kembali karena wali kelas mencari nama siswa yg orgtuanya sdh ada di hadapannya, sedangkan aku.... belum. bahkan saat semua siswa dan orgtua siswa telah pulang, ibu guru ke luar kelas hanya memegang rapotku saja yg tinggal satu2nya, dan bu guru bertanya.. kenapa ayahnya belum datang juga ?? dengan wajah memelas aku menjawab, gak tau bu, mungkin sebentar lagi, karna papa juga kerja.. dan bu guru berlalu masuk ke kantor.. sudah sekian lamaa.. yaa lamaa.. dari jam 8-12 itu terasa lamaa..  masih berharap dalat melihat secuil wajah yg paling ku kenal dengan melihatnya dari kejauhan gerbang sekolah, yaa.. hanya gerbang itu jalan kaluar-masuk, sehingga pandanganku tak teroleh ke yg lain, menunggu kapan wajah yg paling ku kenal saat pertama x melihat  dunia datang di sekolahku, Namun.. waktu sudah jam 12, dan aku pulang.

setelah pukul satu.. mama pulang, dan 10menit setelah itu papaku pulang membawakan rapor ku.. HoraYYyyy!

jadi, alasan ibu tadi yg dengan santai dan gelak tawa "receh" tanpa berat hati melontarkan kata seperti itu, membuat hatiku berucap semakin capat😀😀

Tidak ada komentar:

Posting Komentar